Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Mekanisme Pendataan Calon Penerima Bantuan PKH


Banyak pengaduan masyarakat masuk ke Contact Center PKH terkait dengan kenapa kok banyak penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak tepat sasaran? Pendamping PKH kenapa kok datanya salah?

Berikut penjelasan tentang asal usul data penerima PKH.
  1. Pendamping PKH bukan PENDATA..tapi pelaksana program yang mendapat data olahan dari pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti dan disesuaikan apakah memang ada orang tersebut, dan apakah mempunyai komponen atau syarat sebagai penerima PKH?
  2. syarat penerima PKH harus mempunyai minimal 1 dari ketiga komponen yang ada di PKH. Komponen PKH adalah Pendidikan (SD, SMP dan SMA/Sederajat), Kesehatan (Ibu Hamil dan Balita 0-6 Tahun), Kessos (Keluarga yang mempunyai Lansia 70 tahun dan Disabilitas berat).
  3. Kenapa kok banyak salah sasaran?? Menurut anda salah sasaran itu yang bagaimana?
  4. Untuk mencoret penerima PKH yang dirasa sudah mampu/sejahtera bukan hal mudah, pendamping PKH tidak bisa mencoret sepihak..harus melalui beberapa proses. Pertama dengan cara pendekatan persuasif agar mau mundur dari peserta PKH. Kedua, melalui Musyawarah Desa dengan cara bedah data penerima bantuan dan kemudian diberikan surat keterangan dari Desa kalau memang penerima bantuan sudah mampu/sejahtera.
  5. Apakah kemiskinan bisa dilihat atau diukur hanya dengan melihat tempat tinggal (rumah)? Kami selalu berupaya untuk menyadarkan penerima yang memang sudah tidak layak menerima bantuan PKH untuk keluar dari Bantuan pemerintah.
Semoga tulisan singkat ini bermanfaat,

Kalau masih kurang puas dengan penjelasan di atas, silahkan saudara datang ke Kantor Sekretariat UPPKH Kabupaten/Kota Setempat

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

Bagi yang belum memahami alur data bantuan sosial Pemerintah biar tidak gagal faham.
  1. Pada Tahun 2005 dilaksanakan Pendataan Sosial Ekonomi (PSE) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) (Sensus kemiskinan pertama di Indonesia). Pendataan tersebut bertujuan untuk mendata : Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), Rumah Tangga Miskin (RTM) dan Rumah Tangga Hampir Miskin (RTHM). Data Tersebut Digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan PKH. 
  2. Pada Tahun 2007 Pilot Projek Program Keluarga Harapan (PKH)  dimulai di 7 Provinsi.
  3. Pada Tahun 2008 dilaksanakan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS).
  4. Pada Tahun 2011 Data PPLS (Data 40% menengah kebawah) oleh BPS diserahkan kepada Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk dijadikan Basis Data Terpadu (BDT). BDT digunakan berbagai progran bantuan dan Program Perlindungan Sosial Tahun 2012-2014.
  5. Pada Tahun 2012 dimulai Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH)  di Kab. Bireuen
  6. Pada Tahun 2015 BDT hasil PPLS 2011 di mutakhirkan oleh BPS melalui Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) dan diserahkan ke Kemensos melalui Pusdatin Kessos.
  7. Pada Tahun 2016 pengelolaan data terpadu berada dibawah Kemensos melalui Pusdatin Kessos untuk tanggungjawab pemutakhiran data terpadu diserahkan kepada Daerah masing-masing.
  8. Pada Tahun 2017 dikembangkan Aplikasi SIKS-NG yang digunakan untuk mengelola Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (DT PPFM & OTM) untuk Program Keluarga Harapan (PKH) , Rastra dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
  9. Pada Tahun 2019 perubahan nomenklatur dari DT PPFM; OPM menjadi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data diperluas pengelolaannya bukan cuma saja data fakir miskin, tetapi juga meliputi Data Bansos, Data Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Data Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).
  10. Pada Tahun 2019 mulai diperkenalkan SIKS-NG dengan flatform android SIKS-Droid untuk memudahkan pendata melakukan verifikasi dan validasi data tanpa perlu mencetak prelist menggunakan kertas.
Demikianlah penjelasan tentang Mekanisme Pendataan Calon Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Semoga Penjelasan singkat ini bermanfaat. Salam PKH..... Meraih Keluarga Sejahtera...

56 comments for "Mekanisme Pendataan Calon Penerima Bantuan PKH"

  1. Program yang dilematis bagi Pemerintah Desa yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
    Program yang banyak menguras energi, otak dan otot.

    ReplyDelete
  2. Benar benar program yang sangat mengganggu bagi pemerintah desa bahkan sampai tingkat RT
    Bagaimana tidak
    Orang yang di rasa tidak tepat sasaran oleh tetangganya langsung di tuduh sebagai keluarga dekat perangkat atau RT,RW
    Saya berharap sekali program ini lebih selektif lagi prosentasenya di minimalkan cukup 20% dari penerima sekarang
    Selebihnya BPJS kesehatan kelas III gratis bagi seluruh warga negara

    ReplyDelete
  3. Gw gak butuh pkh...
    Gw dha dpt dr Allah

    ReplyDelete
  4. Bagian pendataan yg harus mendata ulang donk jangan hanya berdasarkan data 2005 bos uda 2020 terlalu malas untukendata akhirnya tdk tepat sasaran

    ReplyDelete
  5. Program yg tdk sasaran untk penerima PKH...krna msh bnyak masyarakat yg benar" tdk mampuh tpi tdk mndpat'kan ya......tetapi orng yg mampuh malahan mndpt'kan bantuan sangat menyedihkan

    ReplyDelete
  6. Program yg tidak mendidik dan menimbulkan iri antar warga yg merasa membutuhkan, apalagi kalo salah sasaran...

    ReplyDelete
  7. Jukur PKH itu hanya membuat orang iri
    Yg ini mati2an cari duit stgah mati... yg itu ngantri di ATM tinggal nuggu aja 3 bulan sekali... bunuh aja lah sekalian yg miskin2 yg gk dpet bantuan dari pada makan atii..

    ReplyDelete

  8. Program yang cukup menyentuh,namun membuat kami repot sebagai ujung tombak pemerintahan di bawah,sering terjadi benturan antar masyarakat dan aparat,ketika kami di tuduh salah dalam pendataan...tolong di kaji lagi..!!!

    ReplyDelete
  9. Katanya program unggulan yaa , kok banyak banget permasalahannya .

    ReplyDelete
  10. Data kemiskinan (kependudukan) itu tdk statis tapi dinamis seiring perkembangan penduduk dan juga daya juang skil masyarakat. Artinya yg miskin tdk tetap miskin yg kaya bisa saja bangkrut. Data awal PKH disebut dari data 2005 sekarang sudah 2020.pasti sdh banyak sekalo perubahan, lagi pula disebutkan bahwa indikator bisa dapat PKH ada 3 yaitu ada anak usia sekolah Tk SD SMP SMA, ada ibu hamil+ bayi 0-6thn, ada orang tua >70thn. Indikator itu dlm waktu 15 thn sdh sangat berubah jauuuuh sekali, lha jadi dasar penetapan dapat bantuan PKH. SUNGGUH TIDAK LOGIS. Kami pemerintah desa sangat kerepotan menghadapi masyarakat yg terkait PKH ini. Menimbulkan dampak sosial yg sangat parah, dimana kerukunan warga jadi rusak, gotong royong pudar gara" ketimpangan dan ketidak tepat sasaran PKH dll.
    Tolong dikaji ulang agar tiap tahun pemerintah desa bisa mengusulkan perubahan data miskin. Sbb tiap tahun balita ada yg lewat 6 thn, usia sekolah sdh lulus SMA, yang tua sdh meninggal dll dll, shg dgn indikator itu tiap tahun tjd perubahan. (BasukiDalang, kades Duren, Tugu, Trenggalek, Jatim)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya setuju dengan pendapat pak kades duren...mudah2an pemerintah dapat segera gerak cepat manangani permasalahan ini

      Delete
  11. Program nyakitin hati rakyat yg lagi kere. Gw PKH Kaga dapet, trus anak2 gw dr yg SD s/d SMU ga dpt KIP atau bantuan lainnya. Sampe sampe anak gw yg smp hrs berhenti sekolahnya gara2 ga kebiayain. Anjiiiiing.

    ReplyDelete
  12. Program nyakitin hati rakyat yg lagi kere. Gw PKH Kaga dapet, trus anak2 gw dr yg SD s/d SMU ga dpt KIP atau bantuan lainnya. Sampe sampe anak gw yg smp hrs berhenti sekolahnya gara2 ga kebiayain. Anjiiiiing.

    ReplyDelete
  13. Program...bisnis dri pendamping des

    ReplyDelete
  14. Anak saya usia 3 thn dan 6 bln masih ada mertua lansia usia 84 thn. Cuman bengong lihatin orang yg gagah motornya gede2 badannya kekar2 pada nenteng 2 karung beras telur kentang kacang ijo. Kebetulan yg bagi2 sembako tepat disebelah rumah saya . Padahal saya beras beli gaji suami cuman 500 rebu kebersihan pasar. Blm mertia sudah sakit2an . Jarang masak sayur apalagi buat beli lauk listrik saja empot2an 500 buat ansuran bpjs. Beli beras listrik . Cuman bisa sabar lihat yg gendut2 dapet sembako dari pemerintah sungguh fenomena yg tidak adil.

    ReplyDelete
  15. Tolong di data ulang ya pak bu banyak yang sudah lulus sma masih dapet ,,jompo yng sudah meninggal masih dapet ,,orang tua saya yng janda udah ngak bisa usaha karena sakit ngak dapet anak saya 2 juga ngak ada yang dapet ,menurut saya kurang adil lebih baik diratakan saja pak pak beras raskin saya kaya dulu diratakan

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Pak bu saya punya saudara janda punya anak 2smp sama tk tapi ko nggak bisa dapat bantuan pkh ya apa iya penerimah pkh sesuai data 2005 tp yg ad skarang yg terimah pkhx yg bar 3thn nikah anakx satu sememtara saudara saya janda dr tahun 2011 mohon pencerahannya pak bu.

    ReplyDelete
  18. Kenapa tidak di salurkan buat buka lapangan pekerjaan aja di setiap daerah,misalnya ibu2 yg ga punya pekerjaan jdi bsa bantu suami,dan suami yg ga punya pekerjaan,jga anak2 muda.drpda dana di berikan percuma tpi tidak tepat sasaran.dan itu akan menjadikan orang2 malas krn tdk bekerja aja dpt duit.bantuan bsa di berikan buat org2 lansia yg bnr2 dri kluarga tk mmpu/org2 yg mmpunyai keterbatasan.

    ReplyDelete
  19. tetapi faktanya banyak orang kaya yg mendapatkan pkh

    ReplyDelete
  20. pak presiden tolong data ulang penerima PKH,saya tantang bapa yg terhormat kerumah saya

    ReplyDelete
  21. Saya keluarga berpendidikan SD dan punya anak kecil juga gak dapat. Dan pekerjaan pun gak tentu. Kenapa yg punya perusahaan kok pada dapat sebulan sekali beras duit daging dll. Kalau saya apa darimana keadilannya. Mohon diperhatikan rakyat kecil

    ReplyDelete
  22. D daerah saya bnyak yg keliru mndapatkan pkh..yg pnya ini itu mndapat pkh tp yg tak punya apa2 mlh tidak mndapatkn nya.itu akibat pngurus pkh daerah tidak jeli...

    ReplyDelete
  23. mau naya kenpa salh sasaran .gk tepat ynk aku tayakan .yank layak d bantu ynk gk layak gk d bantu apa itu salah data atu gimna

    ReplyDelete
  24. Harusnya tiap tahun diganti yg dapat tahun depan yg belum dapat,supaya tidak ada kecemburuan sosial,jadi adil

    ReplyDelete
  25. Saya memiliki salah satu dari 3 kompenen PKH, dimana sebagai syarat KPM PKH,Kenapa saya tidak di data oleh pemerintahan desa/pendamping pkh? dimana sila kelima pancasila sebagai dasar negara kita.

    ReplyDelete
  26. Saya terdaftar PKH bagaeamana cara ngambil atau prisedurnya.makasih

    ReplyDelete
  27. Logika,tahun 2005 sampe 2020,trs kerjanya ngapain yg bersangkutan,padahal gaji tetep turun lancar.

    ReplyDelete
  28. Jika anda tertarik untuk menjadi seorang sales yang handal atau membutuhkan tips tentang dunia sales, anda dapat
    mengunjungi blog yang saya buat :)
    Solusi Sales

    ReplyDelete
  29. Persoalan di desa saya,rekening dan ATM PKH tidak di kasi kepada orang yang terdaftar sebagai penerima dana PKH,rekening dan ATMnya di tahan dan di nikmati oleh aparat desa dan pendamping PKH

    ReplyDelete
  30. Saya punya anak 4...paling besar kelas 2 SD...sedih kalo orang lain ngantri di bank sama anak nya..buat ngambil bantuan...ya buat keperluan sekolah....tapi saya cuma dapet bekas di kasih orang....trus gimna mau dapat pkh klo g masuk DTKS....sampai kapanpun g bakalan dapet....pengen masuk DTKS aj kok susah .....rakyat masih sering di takuti dan di bodohi.....pemerintah pusat g bakalan tau keadaan di bawah....kecuali ada laporan ada data dari bawah....maka dari itu perangkat bawah harus benar merangkul data yang benar liat langsung ke rumah rumah....sebelum laporan data di kirim ke pusat......greget

    ReplyDelete
  31. Bpk saya yng bernama bpk gadis ko smpy sekrng bkum prnh mndptkn bantuan pdhl ia sudah lanjut usia jngnkn beras usngpun t ada gimn itu tolong infonya pk mohon di respon ksian udh tua sudah tidak bisa cari uang y PK

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bpk hadia bukan bpk gadis pk slh tulis maap

      Delete
  32. Mf ko saya yang masih tinggal bareng orang tua suami kerja serabutan dan punya 2 balita blom trdaftar pkh pdhal saya berharap saya mendapat kn pkh karna ank saya yg pertama mau masuk paud sangat membutuhkan biyaya terima kasih mudah2 n curhat saya d dengar oleh pemerintah

    ReplyDelete
  33. Maaf pak mau tny.kira2 kapan ya pak ada survai tempat tinggl.krn saya ngontrak.rmh yg saya kontrak ukuran 3x7.tdk ada listrik.saya numpang tetangga air dan listrik.tetangga saya tdk dpt subsidi listrik.jd tiap bulan hbsnya byk.ank saya 2.kls 3 sama balita.saya lulusan smp.suami lulusan sd.๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

    ReplyDelete
  34. Kepada bapak aparat saya ingin menyampekan bahwa keluarga dari galih fendi tidak pernah dapat apa-apa ..entah itu listrik gratis entah itu pkh dan sebagainya...
    Padahal keluarga ini layak dapat lih pak aparat

    ReplyDelete
  35. Program PKH ini sangat bagus dan sangat besar manfaatnya bagi keluarga yang tepat sasaran untuk membantu pendidikan. Permasalahan timbul karena ada sebagian dari anggoto PKH yang kriterianya menengah ke atas, seperti punya mobil, anehnya setelah dijelaskan apa itu PKH dia tidak peduli dan tefap masuk anggota swingman alasan, ini rezeki padahah masih banyak orang yang lebih membutuhkan dari dia, tetapi ADA JUGA ORANG YANG BERJIWA BESAR menolak jadi anggoto PKH karena dia sadar masih banyak orang yang lebih membutuhkan dari dia.

    ReplyDelete
  36. D daerah kmi lubuk linggau yg banyak menerima pkh lkebanyakan masih sa udara dengan pk rt nya khususnya d kelurahan cereme taba rt02 rumah nya bagus fulll kramik pendapatanya lumayan lebih dari cukup kok msi d kasih Bantu an sementara yg ngontrak ngak per nah dapat Bantu an sama sekali tolong d s idak pk d lubuk linggau banyak yg ngak beres

    ReplyDelete
  37. Semua sama...saya dari cirebon..di desa kertawinangun kec:kedawung..satu pun bantuan saya ga pernah mendapat kannya...sudah kerja di PHK dri kantor slama 7thn ga menerima uang sepeser pun..sedang kan saya tinggal hnya berdua sama putri saya..saya di PHK klanjutannya gmna saya nganggur sperti ini...tolong di tindak lanjutin bpk persiden..biar adil..jgn saudara tmn dekat rt/rwnya aja...kalo ga dapet ya sklian ga dapet semua...biar gak ada perselisihan..

    ReplyDelete
  38. Bkannya membantu yg membutuh kan...ntr liat aja...ntr bisa jdi perang saudara...gara2 bantuan sperti ini...kalo dapat ya hrus adil yang dapat...jgn harus pilih2...ini si..yang kaya makin kaya...yang miskin cepet mati kelaparan....lebih baik ngasih bantuan mendatangi satu per satu rumah biar adil

    ReplyDelete

  39. Pak saya hanya mau tanya ibu saya usia nya 68 tahun janda dan penghasilannya 500.000/bulan itu pun kalau dapat karena kerja nya hanya mencangkul di lahan orang itu pun kalau sehat. Jangan kan bantuan atau kartu apapun untuk kesehatan saja urus sendiri bpjs nya tak ada dapat dari pemerintah. Sama hal nya dengan saudara ipar saya dia di tinggal suami nya dan menghidupi 2 orang anak SD dengan penghasilan 500.000/bulan jadi kami untuk hidup kepala jadi kaki dan kaki jadi kaki. Siang malam hanya memikirkan apa kah besok dapat penghasilan atau tidak supaya ada untuk makan. Pak tolong dong kami di perhatikan di data ulang dan mau mendengar keluhan kami jangan hanya alasan semua yang dapat berdasar kan kantor yang di atas. Logika nya saja dari mana pemerintah tau data yang di bawah kalaw bukan laporan dari bawah. Terimakasih

    ReplyDelete
  40. Realisasi penerimaan harus sesuai kriteria yang sudah di atur dalam aturan,,dan pendataan pun harus sesuai dengan waktu yang akan di realisasikan saat pemberian.dgn jujur sy sampaikan ,,ini pola tidak mendidik ,,karna keakuratan data yang tak tartib.sehingga dampak kecemburuan sosial antara warga masyarakat yg muncul.

    ReplyDelete
  41. Realisasi penerimaan harus sesuai kriteria yang sudah di atur dalam aturan,,dan pendataan pun harus sesuai dengan waktu yang akan di realisasikan saat pemberian.dgn jujur sy sampaikan ,,ini pola tidak mendidik ,,karna keakuratan data yang tak tartib.sehingga dampak kecemburuan sosial antara warga masyarakat yg muncul.

    ReplyDelete
  42. Pak tolong lebih teliti lagi kalo ada pendataan.rumah saya krn terjepit rmh tetangga2 yg besar2.dan hrs msk lompongan.jd byk yg tidak tau kalo ada rumah.saya kontrak pak.pny 2 org ank.sd sama msh balita.kalo ada sensus atau apa suka kelewatan gtw.krn kondisi rmh yg tk layak dan msk gg kecil.di kira mungkin tdk ada rmh krn gg buntu๐Ÿ™mohon bantuannya pak๐Ÿ™082334989590.kk saya pakai alamat nenek saya.tpi saya kontrak di dekat nenek saya๐Ÿ™

    ReplyDelete
  43. Bagaimana saya bisa menjadi anggota pkh sedangkan syaratnya harus mempunyai kartu KKS sedangkan dari awalnya saya tidak mempunyai kartu KKS selama ini saya sekeluarga tidak pernah dapat bantuan apapun yang pemerintah berikan untuk keluarga miskin karena yang di berikan yang menjadi anggota PKH jdi selamanya saya tidak akan mendapatkan bantuan pak presiden Jokowi terutama untuk anak" saya yang sekolah juga tidak dapat bantuan sedangkan saya mempunya 3 orang anak yang sedang sklh tolong di bantu pak agar saya dapat bantuan seperti yang lain karena saya merasa rakyat miskin atau keluarga tidak mampu

    ReplyDelete
  44. Anak saya umur 9 th pak kelas 4 nga dapat bantuan dari sekolah yg stu 5 thn pak balita nga dapt apa2

    ReplyDelete
  45. Saya jga memenuhi syarat tsb... tapi tdk ada dapat. .
    Anak saya ad yg sekolah dan balita 2 orang dan juga menyusui. .. tp tak dapat apa2

    ReplyDelete
  46. Saya juga tak dapat bantuan PKH padahal anak saya empat yang besar SMA di bawah nya SMP terus di bawah nya lagi SD yang paling kecil dua tahun, kerja suami hanya buruh harian lepas bagaimana cara mendaftar jadi anggota PKH tlog importasi pak

    ReplyDelete
  47. sy singgih jg tdk dpt pkh ank 3.dr istri hamil.sampe melahirkan ank 3. blm pernah dpt bantuan apa2.data penerima pkh tdk valid mohon didata ulang.malah yg mampu/kaya justru dpt smua.ora adel babar blas dihapus ae bantuane marai meri

    ReplyDelete
  48. Saya jga gk pernah dapat bantuan apapun tlong dong pk di bantu,kemarin saya ngurus surat KIP buat anak saya di persulit oleh desa,rmah saya jga masih numpang,apakak yang dapet cuma orang kaya,padahal saya gk punya sawah,suami saya cma seorang kuli bangunan,dengan kondisi suami saya yang kakinya pincang yang jatuh dari proyek,sampae sekarang blum bisa jalan dengan normal dengan kondisi anak kami yang kedua sakit" sampai" saya berusaha mintak sama tetanga saya yang kaya untuk memelihara sapinya biar saya dapat opah bisa buat bayar utang,sehari"

    ReplyDelete
  49. pak/buk mohon perhatiannya pada org miskin kayak kmi ini
    karna org seperti kmi ini jarang di perhatikan tapi org yg di atas sederajat kmi terus di perhatikan padahal org seperti kmi ini seharusnya layak di perhatikan

    ReplyDelete